Headline
-
DWP dan TP PKK Lobar Gelar Khitanan Massal03 Mar 2010
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, moment Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa dimanfaatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar), untuk menyantuni anak-anak yang kurang mampu. Dan untuk maulid tahun ini kedua organisasi wanita tersebut menggelar sunatan massal bagi 20 anak kurang mampu. Sunatan massal ini digelar di halaman Masjid Darussalam Desa Mambalan Kecamatan ...
Headline Lainnya
-
Desa Kuripan Jadi Desa Percontohan Pendidikan Non Formal
Desa Kuripan patut berbangga hati. Sebab saat ini desa tersebut telah diresmikan sebagai desa Percontohan Pendidikan Non Formal (PNF) NTB. Dipilihnya Kuripan bukan tanpa sebab, tapi lebih karena prestasi yang telah diraihnya. Prestasi tersebut adalah telah menyabet gelar Juara II Jambore Pendidikan Non Formal Tingkat Nasional belum lama ini. 0 comments
Berita Terbaru
-
PPNI Lobar Siap Bantu Pembangunan Bidang Kesehatan
03 Mar 2010Tak bisa dipungkiri, SDM bidang kesehatan khususnya tenaga keperawatan di Lobar cukup memadai. Dengan keberadaan mereka tentunya akan semakin mendukung pembangunan di Lobar khususnya bidang ...
-
Tak Lama Lagi Lobar Kebanjiran Durian
03 Mar 2010Beberapa tahun lagi Lombok Barat (Lobar) bakal kebanjiran buah durian tiap tahunnya. Pasalnya, puluhan ribu pohon durian yang ditanam sebagai penghijauan sejak beberapa tahun silam ...
-
Pengurus Koperasi Diminta Kembangkan Sayap
25 Feb 2010Para pengurus koperasi yang ada di Lobar diharapkan dapat mengembangkan sayap usahanya. Dengan kata lain, tidak hanya terpaku pada satu usaha saja. “Kembangkan juga saya usaha seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan permodalan usaha kecil menengah,” harap Bupati Lobar, Zaini Arony saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Setia Jaya-Beleka, Rabu (24/2).
-
12 Taruna STTD PKL di Lobar
23 Feb 2010Sebanyak 12 orang Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi akan melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Lombok Barat (Lobar). Sebelum melakukan kegiatan PKL, mereka melakukan expose yang diterima langsung Bupati Lobar, H.Zaini Arony di Giri Menang-Gerung, Senin (22/2).
-
Cidomo, Antara Budaya Bersih Dan Perubahan Perilaku
18 Feb 2010Pelaksanaan Gerdubangdes (Gerakan Terpadu Membangun Desa) di Lobar, sesungguhnya merupakan apresiasi perwujudan daya saing masyarakat yang dimulai dari tingkat pedesaan sebagai basis pembangunan bangsa. Basis ...
-
Pemkab Lobar Gelar diskusi Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda
17 Feb 2010Guna mewujudkan kemampuan dan keuletan bangsa dalam memantapkan Persatuan dan Kesatuan Nasional, tentunya sangat diperlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam mengantisipasi dampak Globalisasi yang semakin berkembang. Sebab salah satu pengaruh globalisasi yakni munculnya sikap individualisme yang nantinya akan menimbulkan ketidakperdulian prilaku sesama warga.
-
Pemkab Lobar Gelar diskusi Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda
17 Feb 2010Guna mewujudkan kemampuan dan keuletan bangsa dalam memantapkan Persatuan dan Kesatuan Nasional, tentunya sangat diperlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam mengantisipasi dampak Globalisasi ...
-
Ribuan Umat Hindu Hadiri Upacara Ritual Segara Kertih
16 Feb 2010Ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Pulau Lombok, Sabtu sore (13/01) memadati kawasan Pantai Melase Kecamatan Batu Layar Lombok Barat (Lobar). Mereka datang untuk mengikuti persembahyangan bersama dalam rangka pelaksanaan upacara ritual Segara Kertih (Ngepik Nangluk Merana) dan Jagad Kertih (Bumi Sudha).
-
Ribuan Warga NW Gelar Lombok Berhizib
13 Feb 2010Ribuan massa dari berbagai penjuru Pulau Lombok berkumpul sejak pagi di Lapangan Umum Narmada-Lombok Barat (Lobar), kemarin. Sebagian besar massa tersebut adalah para pelajar yang berasal dari pondok-pondok pesantren Nahdlatul Wathan (NW) yang ada di Pulau Seribu Masjid ini. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti hiziban akbar dengan tema Lombok Berhizib yang dilaksanakan Pengurus Besar NW.
-
Lobar Launching 88 Perpustakaan Desa
13 Feb 2010Pembangunan Lombok Barat (Lobar) kini benar-benar bermuara di desa. Upaya membangun masyarakat desa terus digalakkan sejak awal kepemimpinan pasangan Zaini-Mahrip memimpin Gumi Patut Patuh Patju ...
Berita Lain
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, moment Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa dimanfaatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar), untuk menyantuni anak-anak yang kurang mampu. Dan untuk maulid tahun ini kedua organisasi wanita tersebut menggelar sunatan massal bagi 20 anak kurang mampu.
Sunatan massal ini digelar di halaman Masjid Darussalam Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari. “Untuk tahun 2010 ini, target kita sebanyak 100 anak,” ungkap Ketua DWP Lobar, Hj. Zuhroniah Serinata didampingi sejumlah anggota DWP lainnya, Kades Mambalan serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Zuhroniah, kegiatan sunatan massal merupakan kegiatan pertama dari kelompok kerja (pokja) bidang sosial budaya. Kegiatan serupa juga akan digelar jika ada wilayah kecamatan dan desa yang mengajukan proposal. Dan bagi desa atau kecamatan yang telah mengajukan proposal, maka mereka akan mendapatkan respon, termasuk koordinasi kapan kegiatan akan dilakukan.
Selain pokja bidang sosial budaya, kedua organisasi wanita tersebut juga akan menggelar kegiatan bidang lain seperti bidang pendidikan, kesehatan serta bidang usaha ekonomi lainnya.
Dalam kegiatan sunatan massal ini, DWP dan TP PKK Lobar selain memberikan sejumlah uang bagi anak yang telah dikhitan, juga diberikan bingkisan berupa satu stel busana muslim dan makanan. Anak-anak yang telah dikhitan ini juga mendapatkan obat gratis dan kontrol kesehatan di Puskesmas terdekat. Ini merupakan bantuan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lobar. (L.Pangkat Ali/Humas)
Tak bisa dipungkiri, SDM bidang kesehatan khususnya tenaga keperawatan di Lobar cukup memadai. Dengan keberadaan mereka tentunya akan semakin mendukung pembangunan di Lobar khususnya bidang kesehatan. Dari tenaga kesehatan yang ada di semua instansi kesehatan, mayoritas didominasi tenaga perawat.
Hal tersebut dikatakan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lobar, Zulkifli, belum lama ini. Menurutnya, secara institusi, keberadaan organisasi ini belum dilirik secara maksimal oleh pemegang kewenangan. Kendati begitu, Zulkifli akan mencoba, melalui wadah PPNI ini, untuk membantu melaksanakan pembangunan Lobar di bidang kesehatan.
Dengan demikian, harap Zulkifli, pihaknya bersama rekan-rekan perawat lainnya akan lebih eksis, berperan aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan di Lobar. “Salah satu dukungan kami melalui bakti sosial, sunatan massal serta kegiatan bidang kesehatan lainya,” paparnya.
Lebih lanjut dikemukakan Zulkifli, tenaga-tenaga terampil dari perawat ini sudah siap bekerja sama dengan pihak ketiga, baik pemerintah maupun swasta. Dicontohkan, kerjasama yang telah dilakukan adalah gelaran sunatan massal bekerja sama dengan Dharma Wanita dan PKK. “PPNI menyiapkan tenaga-tenaga terampilnya dan PKK menyiapkan sarana yang dibutuhkan,” katanya.
Karena pada instansi kesehatan mayoritas didominasi tenaga perawat, Zulkifli berkeinginan memaksimalkan kesempatan, agar rekan-rekan perawat melakukan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. “Sehingga motto kami, semua tenaga kesehatan adalah tenaga penyuluh,” katanya.
Kesadaran masyarakat Lobar dalam kesehatan, menurut Zulkifli, secara umum ada peningkatan. Pada indikator angka kematian ibu melahirkan, dulunya masyarakat sering berinteraksi dengan dukun, tapi sekarang tidak. Justru mereka lebih banyak berinteraksi dengan tenaga kesehatan.
Pada indikator lainnya, kedatangan untuk mengimunisasikan dirinya ke Posyandu sudah cukup maksimal. Termasuk untuk melakukan kunjungan berobatpun sudah ada peningkatan meski di beberapa tempat masih di bawah standar. Hal ini mungkin dikarenakan faktor geografis dan sulitnya transportasi sehingga penduduk sejumlah dusun masih berinteraksi dengan dukun. “Masalah seperti ini yang kami coba analisa,” tandas Zulkifli. (L.Pangkat Ali)
Beberapa tahun lagi Lombok Barat (Lobar) bakal kebanjiran buah durian tiap tahunnya. Pasalnya, puluhan ribu pohon durian yang ditanam sebagai penghijauan sejak beberapa tahun silam kini sudah mulai besar dan berbuah. Terutama sekali yang ada di kawasan Hutan Pusuk dan sekitarnya.
‘”Sekarang saja sudah banyak durian yang belajar berbuah,” ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Lobar Ir. H.L. Syaiful Arifin.
Di masa mendatang, lanjut Syaiful, masyarakat yang memiliki pohon durian akan diarahkan pada usaha pengelolaan hasil. Untuk itu nantinya mereka akan diberi pelatihan seperti pembuatan dodol dan penganan lainnya yang berasal dari durian. Sehingga nantinya mereka bisa bersaing dengan produk penganan durian dari luar.
Selain penuh dengan pohon durian, kawasan hutan Pusuk juga dipenuhi dengan pohon duku, enau, rambutan, enau, sukun, kluwih, dan nangka. Apabila nantinya pohon-pohon tersebut telah berproduksi, tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan sudah pasti praktek illegal logging akan semakin berkurang karena warga lebih disibukkan dengan hasil hutan berupa buah-buahan yang hasilnya lebih menjanjikan.
Hal inilah yang menyebabkan Dishut Lobar makin bersemangat melakukan penghijauan dengan tanaman multifungsi. Sebab selain dapat sebagai tanaman penghijauan, juga dapat mendukung program ketahanan pangan. Dan bahkan untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan, Dishut Lobar mengembangkan tanaman kacang koro seluas 150 hektar. Tanaman kacang koro bermanfaat mencegah erosi sekaligus hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kawasan hutan.
“Bulan depan kacang koro ini sudah bisa dipanen, dan sudah ada pengusaha yang siap membelinya,” ujar Syaiful.
Program lainnya yakni membudidayakan tanaman enau. Air nira yang dihasilkan enau dapat dibuat menjadi etanol, di mana etanol tersebut nantinya bisa menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah. Untuk itu Dishut akan melaksanakan pengadaan alat pembuatan etanol. “Prospek etanol sangat bagus karena harganya jauh lebih murah dari minyak tanah,” jelas Syaiful.
Lebih jauh Syaiful menjelaskan, sejumlah program kerja Dishut Lobar kini sedang berjalan. Di antaranya program Go Green (menuju Hijau) yang berkaitan dengan one man one tree, pohon pengantin, pohon pelajar, dan Green School (sekolah hijau).
Dipaparkan Syaiful, program pohon pengantin bentuknya yakni setiap calon pengantin masing-masing harus menanam pohon sebelum melangsungkan akad nikah. Sedangkan pohon pelajar, setiap anak yang baru masuk sekolah dan tamat sekolah diharuskan menanam pohon. Sementara program Green School berbentuk materi muatan lokal tentang pelestarian lingkungan dan pengembangan kebun sekolah. “Program Green School ini sudah kita ujicobakan ke beberapa sekolah,” tandasnya. (Afgan/Humas)
Para pengurus koperasi yang ada di Lobar diharapkan dapat mengembangkan sayap usahanya. Dengan kata lain, tidak hanya terpaku pada satu usaha saja. “Kembangkan juga saya usaha seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan permodalan usaha kecil menengah,” harap Bupati Lobar, Zaini Arony saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Setia Jaya-Beleka, Rabu (24/2). (more…)
Desa Kuripan patut berbangga hati. Sebab saat ini desa tersebut telah diresmikan sebagai desa Percontohan Pendidikan Non Formal (PNF) NTB. Dipilihnya Kuripan bukan tanpa sebab, tapi lebih karena prestasi yang telah diraihnya. Prestasi tersebut adalah telah menyabet gelar Juara II Jambore Pendidikan Non Formal Tingkat Nasional belum lama ini. (more…)
- Ajul: wah memang hebat nh pak bupati...